Paket Tour Aqso 2020

Assalamualaikum Wr. Wb. Kami dari Haqeem Travel telah membuka program Paket Tour Aqso 2020, Anda akan mengunjungi ke banyak sekali daerah di Turki, jordania dan palestina yang akan selalu mempesona bagi wisata berasal seluruh penjuru dunia. kami memberikan anda kesempatan buat berwisata muslim dalam mengunjungi berbagai macam objek wisata yang menarik di turki dan bermanfaat buat menambah pengetahuan anda tentang sejarah islam.

Paket Tour Aqso Jordan Istanbul ini akan menjadi teman Anda bersama keluarga berwisata.  Anda juga akan diajak untuk mengenal sejarah islam. berikut ini Harga Paket Tour Aqso 2020 serta Itinerary Bersama Haqeem Travel.

Harga Tour Aqso 2020
23 Juli 2020 10 Hari
21 Agustus 2020 10 Hari
23 September 2020 10 Hari
20 Oktober 2020 10 Hari
23 November 2020 10 Hari
25 Desember 2020 10 Hari

Itinerary Tour Aqsa Jordan Istanbul 2020

 

HARI 01 : Jakarta

  • Peserta berkumpul di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta 4 jam sebelum keberangkatan untuk penerbangan menuju ke Istanbul.

HARI 02 : Jakarta – Istanbul

  • Bertolak menuju Jordan.
  • Tiba di Bandara Internasional Ataturk, Istanbul
  • Penjemputan di Bandara
  • Melakukan City Tour Istanbul, mengunjungi: Hippodrome, Blue Mosque, Hagia Sophia, dan Topkapi Palace.
  • Makan malam
  • Check in hotel dan bermalam untuk istirahat

HARI 03 : Istanbul

  • Sarapan pagi di hotel
  • Melakukan City Tour Istanbul, mengunjungi: Bosphorus Cruise, Turkish Delight Factory
  • Makan siang
  • Melanjutkan City Tour Istanbul, mengunjungi: Grand Bazaar, Constantinople Wall, Taksim Square, Leather Factory
  • Makan malam
  • Kembali ke hotel untuk beristirahat

HARI 04 : Istanbul Amman

  • Sarapan pagi di Hotel kemudian Check-Out
  • Menuju Bandara Internasional Ataturk, Istanbul untuk keberangkatan menuju Amman
  • Penerbangan menuju Amman
  • Tiba di Bandara Amman
  • Penjemputan di Bandara
  • Check-In Hotel (Amman)
  • Makan Malam

HARI 05 : Amman – Jerussalem               

  • Sarapan pagi di Hotel kemudian Check-Out
  • Perjalanan menuju Allenby Bridge (bagian Jordan)
  • Proses Imigrasi
  • Perjalanan dari Allenby Bridge (bagian Palestina)
  • Makan siang
  • Melakukan Tour Hebron &Betlehem
  • Mengunjungi Masjidil Aqsa dan Dome of the Rock
  • Check-In Hotel (Jerusalem)
  • Makan malam

HARI 06 : Jerussalem – Petra

  • Sholat Subuh di Masjidil Aqsa (bagi Muslim)
  • Sarapan pagi di Hotel kemudian Check-Out
  • Melakukan Tour Jerusalem
  • Makan siang
  • Perjalanan menuju Allenby Bridge (bagian Palestina)
  • Proses Imigrasi
  • Perjalanan ke Petra
  • Check-In Hotel (Petra)
  • Makan malam

HARI 07 : Petra – Dead Sea

  • Sarapan pagi di Hotel kemudian Check-Out
  • Melakukan Tour Petra
  • Makan siang
  • Perjalanan menuju Mount Nebo
  • Melakukan Tour Mount Nebo
  • Perjalanan menuju Dead Sea
  • Check-In Hotel (Dead Sea)
  • Makan malam

HARI 08 :   Dead Sea – Keberangkatan

  • Breakfast
  • Free Session – menikmati Dead Sea
  • Hotel Check-Out
  • Airport Drop Off
  • Penerbangan ke Jakarta

HARI 09 :  Kedatangan

  • Kedatangan di Jakarta

Catatan :

Biaya, Akomodasi dan Itinerary dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya sesuai dengan keadaan yang berlaku.

Untuk konsultasi Tour Aqso silahkan langsung menghubungi :
Haqeem Travel
Jl. Haji Samali No. 87 E, Kalibata Jakarta Selatan

Kubah Shakhrah al Aqso

Kubah Shakhrah al AqsoKubah Shakhrah (Arab: مسجد قبة الصخرة (baca: Qubbah As-Sakhrah), Ibrani: כיפת הסלע (baca.: Kipat Hasela), Turki: Kubbetüs Sahra, Inggris: Dome of the Rock, arti harfiah: “Kubah Batu”) adalah sebuah bangunan persegi delapan berkubah emas yang terletak di tengah kompleks Masjid Al Aqsha. Kompleks ini sendiri berada dalam tembok Kota Lama Yerusalem (Yerusalem Timur). Tempat ini disucikan dalam agama Islam dan Yahudi. Kubah Shakhrah ini selesai didirikan tahun 691 Masehi, menjadikannya bangunan Islam tertua yang masih ada di dunia. Di dalam kubah ini terdapat batu Ash-Shakhrah yang menjadi tempat suci bagi umat Yahudi dan umat Islam.

Bangunan ini terkadang disalahartikan dengan Masjid Al Aqsha. Masjid Al Aqsha adalah nama dari keseluruhan kompleks tersebut, sedangkan Kubah Shakhrah adalah salah satu bangunan yang berdiri di kompleks tersebut, tepatnya berada di bagian tengah kompleks. Bersama Masjid Al Qibli, Kubah Shakhrah merupakan bangunan utama dalam Masjid Al Aqsha dan kerap menjadi lambang yang mewakili keseluruhan kompleks tersebut.

Kompleks Masjid Al Aqsha, dikenal dengan Bukit Bait oleh Yahudi, dulunya adalah lokasi Bait Suci kedua yang disucikan umat Yahudi. Tempat ini juga diyakini sebagai tempat berdirinya Bait Suci pertama yang dibangun oleh Nabi Sulaiman (Raja Salomo). Bait Suci kedua dihancurkan pada tahun 70 M oleh Romawi dan setelah Pemberontakan Bar Kokhba pada 135 M, pemerintah Romawi mendirikan Jupiter Capitolinus, kuil untuk pemujaan Dewa Yupiter, di reruntuhan Bait Suci kedua. Di masa Kaisar Konstantinus yang Agung, agama Kristen telah menjadi agama resmi Romawi dan kuil Dewa Yupiter yang berdiri di Bukit Bait diruntuhkan setelah Konsili Nicea I. Pada masa itu, Gereja Makam Kudus dibangun pada tahun 320, tetapi Bukit Bait cenderung diabaikan.

Pada tahun 610, Kekaisaran Sasania Persia mengalahkan Romawi dan merebut Palestina. Umat Yahudi diberi wewenang untuk mendirikan negara bawahan dan mulai membangun Bait Suci. Namun lima tahun kemudian, Romawi kembali mengambil alih Palestina dan umat Kristen menghancurkan Bait Suci yang belum selesai pembangunannya dan menjadikan tempat itu sebagai tempat pembuangan sampah.

Isra’ Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Menurut Al Maududi dan mayoritas ulama, Isra Mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M. Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer. Namun, Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri menolak pendapat tersebut dengan alasan karena Khadijah radhiyallahu anha meninggal pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab, dan saat itu belum ada kewajiban salat lima waktu. Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra Mikraj, tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak diketahui secara persis waktu tanggal terjadinya Isra Mi’raj.

Dalam peristiwa ini, diyakini Muhammad menggunakan Batu Fondasi sebagai pijakan untuk naik langit, batu yang sama yang menjadi titik tersuci dalam kepercayaan Yahudi, juga yang menjadi kiblat bagi umat Yahudi dan Islam sebelum akhirnya kiblat umat Islam berpindah ke Ka’bah. Dalam kepercayaan Yahudi, batu ini juga yang menjadi tempat Nabi Ibrahim (Abraham) hendak mengorbankan anaknya, Ishaq.

Kepemimpinan Yerusalem diambil alih oleh umat Islam di tahun 638 Masehi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab. Patriark Gereja Makam Kudus, Sophronius, menyerahkan kota itu selepas kepungan yang singkat.

Umar memasuki Masjid Al Aqsha dengan berjalan. Tidak ada pertumpahan darah dan tidak ada pembunuhan oleh tentara Islam. Siapa pun yang ingin meninggalkan Baitul Maqdis dengan segala harta benda mereka, dibenarkan berbuat demikian. Siapa pun yang ingin terus tinggal, akan dijamin keselamatan nyawa, harta benda, dan tempat beribadat mereka. Semua ini terkandung dalam Perjanjian Umariyya.

Umar kemudian menemani Sophronious ke Gereja Makam Kudus dan ditawarkan untuk shalat di dalamnya. Umar menolak karena ditakutkan dapat membuat umat Islam memiliki alasan untuk mengubah gereja tersebut menjadi masjid di kemudian hari. Umar lebih memilih untuk shalat di Masjid Al Aqsha yang saat itu berupa puing-puing dan memerintahkan pembersihan dan memberi akses pada umat Yahudi ke dalam kompleks tersebut.

Salah seorang mantan Yahudi yang masuk Islam, Ka’ab Al Ahbar, memberi masukan kepada Umar agar mendirikan tempat ibadah di sebelah utara Batu Fondasi agar saat shalat, umat Islam dapat menghadap Ka’bah sekaligus batu tersebut. Namun Umar menolak gagasan tersebut dan shalat di bagian selatan masjid, membelakangi batu tersebut. Saat membangun tempat ibadah, Umar sengaja membuat agar masjid yang dibangunnya, Batu Fondasi, dan Ka’bah tidak berada dalam satu garis lurus. Batu itu sendiri dibiarkan terbuka.

Pada masa kekuasaan Dinasti Umayyah, dilakukan pembangunan besar-besaran terhadap kompleks Masjid Al Aqsha. Masjid yang dibangun Umar (Masjid Al Qibli) dibangun ulang dan menggeser mihrab masjid tersebut sejauh 40 meter ke arah barat, sehingga antara Batu Fondasi, mihrab Masjid Al Qibli, dan Ka’bah berada dalam satu garis lurus. Pemerintah saat itu juga memerintahkan pendirian bangunan yang menaungi Batu Fondasi, yang disebut Kubah Shakhrah (secara harfiah bermakna “Kubah Batu”).

Diyakini Kubah Shakhrah dibangun di masa pemerintahan Khalifah Abdul Malik dan putranya, Al Walid I. Merujuk kepada Sibt bin Jauzi, Kubah Shakhrah mulai dibangun pada 687. Dilaporkan besarnya biaya pembangunan mencapai tujuh kali pemasukan pajak tahunan dari Mesir. Kaligrafi Kufi ditambahkan di bagian dalam kubah. Tanggal yang tercatat adalah 70 H (691-692 M) dipercaya oleh para sejarawan sebagai waktu diselesaikannya kubah tersebut. Pada dokumen ini, nama Abdul Malik dihapus dan diganti dengan nama Al Ma’mun, Khalifah Abbasiyah.

Arsitektur dan mosaiknya mengikuti pola gereja dan istana Romawi. Dua teknisi yang bertanggung jawab atas proyek tersebut adalah Raja bin Haywah, seorang ulama dari Beit She’an, dan Yazid bin Salam, Muslim non-Arab asli Yerusalem. Strukturnya berbentuk segi delapan dengan diameter kubahnya sekitar 20 meter.

Untuk konsultasi Tour Aqso silahkan langsung menghubungi :
Siti Nurhayati, SE
Hp / SMS / Whatsapp : 081287862420
PIN BB : 7607EA54